Malu-malu...
Wajahmu menunduk tersipu polos
Mungkin, ini pengaruh dari saat kali pertama bertemu
Yang hanya mampu memberi senyuman mungil
Tak apalah, namanya juga pertemuan perdana
Kita agak sungkan
Meski perbedaan fisik tubuh dan usia jelas terlihat
Malu-malu...
Kau mengikuti ucapanku yang menyumbangkan lafadz-lafadz
Bermakna permohonan
"Robbi Zidnii Ilmann Nafi'a War Zuqnii Fahmann Thoyyiban"
Hingga, serentak kita bersama memanjat "Amiin"
Malu-malu...
Saling menuntun kata "Alif, Ba, Ta..."
Pasti kau heran dengan bentuk tulisan itu
Biasanya yang kau tahu huruf bergaya pohon beringin, atau seperti cacing melengkung
Tapi, kini sorot mu terpaku dengan huruf tegak bak pensil, dan model mangkok dengan satu titik tengah di bawahnya, dan ada yang bermangkok dengan titik dua di atasnya
Wajahmu menunduk tersipu polos
Mungkin, ini pengaruh dari saat kali pertama bertemu
Yang hanya mampu memberi senyuman mungil
Tak apalah, namanya juga pertemuan perdana
Kita agak sungkan
Meski perbedaan fisik tubuh dan usia jelas terlihat
Malu-malu...
Kau mengikuti ucapanku yang menyumbangkan lafadz-lafadz
Bermakna permohonan
"Robbi Zidnii Ilmann Nafi'a War Zuqnii Fahmann Thoyyiban"
Hingga, serentak kita bersama memanjat "Amiin"
Malu-malu...
Saling menuntun kata "Alif, Ba, Ta..."
Pasti kau heran dengan bentuk tulisan itu
Biasanya yang kau tahu huruf bergaya pohon beringin, atau seperti cacing melengkung
Tapi, kini sorot mu terpaku dengan huruf tegak bak pensil, dan model mangkok dengan satu titik tengah di bawahnya, dan ada yang bermangkok dengan titik dua di atasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar